Celoteh Adysa

Suatu sore saat saya pulang cepat:

Bunda: Alika, kalau bibi lagi masak, jangan deket-deket kompor ya. Berbahaya bisa kena api & terbakar. Boleh liat tapi dari jauh aja ya.
Alika: Iya, Bunda. Nanti badannya bisa kebakar ya?
Bunda: Kalau kecipratan & merambat, iya.
Adysa: Kaya Nabi Muhammad ya, Bunda? Kebakar?
Bunda: Huh??? Nabi Ibrahim?
Adysa: Oh iya Nabi Ibrahim ya bunda??

My sweet baby Adysa whenever I leave to work in the morning:

Adysa: Hati-hati ya Bunda. *sambil cium pipi Bunda*

And Adysa whenever Ayah is sick:

Adysa: Cepet sembuh ya Ayah... 

And whenever one of her friends in school are absent because they were sick:

Adysa: *sebelum tidur & sedang berdoa* Bunda, kita belum berdoa untuk Tessa, Abi, Bilva. Temenku di sekolah lagi sakit, Bunda.

I love you, Adysa. The world will be a better place if everyone is as sweet as you.

Celoteh Alika

Suatu malam sebelum tidur, setelah dibacakan buku Nabi Adam.

Alika: Bunda, kita semua sekarang di surga ya?
Bunda: Hmm? Gak kak, ini di bumi.
Alika: Tapi kan kita gak makan buah larangan (quldi) kaya Nabi Adam?
Bunda: 😅😅😅

Malam yang lainnya;

Sometimes Alika asks challenging questions before bed. Tonight were:
- Kalau meninggal itu gimana sih Bunda?
- Berbuat jahat itu gimana?
- Kalau berbakti itu gimana?
- Allah turun ke bumi gak sih, Bunda?
- Mengingat Allah bagaimana?
- Kalau polisi itu baik atau jahat?

😅😅😅

Mau merem aja kok mikir yang berat-berat ya, Nak...

Menangkap Hidayah


Senin, 4 April 2016. Jeddah International Airport pukul 23.00.

Saat itu saya beserta rombongan umrah sedang menunggu pesawat untuk kembali ke Jakarta. Setelah melakukan ibadah umrah selama 9 hari penuh. Flight kami dijadwalkan take off pukul 00.30 malam. Saat itu kedua anak saya sedang tidur di kursi tunggu ditemani suami. Sementara saya baru kembali dari toilet.

Dalam perjalanan kembali ke kursi tunggu, saya "dicegat" oleh ustadz yang mengiringi perjalanan umrah kami selama 9 hari ini. 

"Mba Eksi kerja di perusahaan T**l ya? Sudah berapa lama?"

Begitu beliau membuka percakapan kami. Dilanjutkan dengan pertanyaan lain sampai akhirnya beliau sampai ke inti pertanyaan: 

"Sehari-hari kerja memang sudah pakai jilbab atau baru disini saja?"

Saya langsung nyengir "Baru disini saja, Pak Ustadz." Jawab saya.

Lalu beliau tersenyum "Nanti dilanjutkan ya di Jakarta."

Saya balas dengan tersenyum, lalu berkata "Sebenernya saya sudah lama pengen pake jilbab tapi maju mundur terus. Memang ada ayatnya ya yang benar-benar mengharuskan?"

Lalu beliau menceritakan tentang ayat suruhan berkerudung. Bahwa ayat suruhan tersebut sama kuatnya dengan menyuruh solat & puasa.

Saya bertanya lagi "Memang kalau pake jilbab itu gak menunggu hidayah ya Pak? Gak menunggu mimpi atau wangsit apa gitu?"

Pak Ustadz tertawa mendengarnya "Hidayah itu kan sudah turun berupa Al Quran dan Hadist. Termasuk ayat berjilbab tadi. Sekarang tergantung kita mau menangkap hidayah tersebut dan memasukkan lebih dalam ke diri kita atau tidak." 

Saya tertegun mendengar jawaban tersebut. "Jadi kalau umrah yang mabrur itu juga tergantung diri sendiri dong ya Pak?"

"Iya. Tergantung seberapa besar kamu berusaha merubah hidup kamu ke arah lebih baik, sepulangnya kamu dari sini".

Saya tidak menyangka bahwa penggalan percakapan tersebut senantiasa menguatkan hati saya untuk berjilbab. Keinginan itu sungguh sudah ada di hati saya lebih dari 10 tahun yang lalu. Tapi saya selalu ragu. Pantas gak ya saya berjilbab? Aneh gak ya wajah saya kalau berjilbab?

Nyatanya selama saya melakukan ibadah umrah dan berjilbab panjang selama 9 hari, saya menikmatinya dan tidak merasa ada yang aneh. Saya melihat berbagai macam model jilbab yang digunakan oleh perempuan-perempuan selama ibadah ini dan begitu besarnya ketakwaan mereka terhadap Allah SWT. Tanpa ada perasaan aneh atau janggal, dengan anggun-nya mereka mengenakan kerudung, jilbab bahkan cadarnya.

Beginilah penampilan saya sekarang. Baru permulaan. Masih amatir. Baru satu langkah dari sejuta langkah yang harus ditempuh untuk menangkap hidayah Allah SWT dan menerapkan suruhanNya. Semoga saya diberikan kesabaran dan istiqomah untuk selalu siap menangkap hidayahnya. Kapanpun dan dimanapun.

Amiin...

Kecewa-nya si Anak Balita

Baby Alive via amazon
Tadi malam sepulang kantor saya mampir dulu ke supermarket untuk belanja kebutuhan rumah, sengaja saya telpon ke rumah untuk cek kekurangan belanjaan yg masih harus dipenuhi. Ternyata yang angkat telpon di rumah adalah Alika. Jadi saya ngobrol dulu sama dia untuk menanyakan mau dibelikan apa.

Bunda : Hi Sayang, bunda lagi di supermarket. Kakak mau dibelikan apa?Mau jelly?
Alika : Bunda, aku mau baby yang bisa pupi.
Bunda : Iya itu kan nanti bulan depan kalau kakak ulang tahun. Bunda belum gajian, sayang.
Alika : Tapi aku mau baby-babyan, Bunda…
Bunda : Iya sayang, bulan depan ya pas Alika ulang tahun.
Alika : *nada mau menangis*….. Lalu telpon tiba-tiba ditutup. 

Saya kaget banget saat dia tutup telpon saya dalam keadaan marah dan dengan tidak menyenangkan dan tidak sopan. Bayangan kejadian bertahun-tahun ke depan langsung terjadi di benak saya, mungkin saat sudah besar dan dilarang hang out dengan teman, membeli sesuatu yang dia suka, ataupun masalah lainnya, dia akan menggunakan hal yang sama.

Padahal saya selalu berusaha tidak memenuhi keinginannya di kali pertama dia meminta suatu barang. Suatu kali ia meminta dibelikan sepeda anak-anak, saya juga tidak langsung memenuhinya. Saya memintanya untuk menunggu bulan depan atau moment tertentu, kebetulan saat ia meminta sepeda ada moment Adysa mau ulang tahun. Tapi bulan depannya ternyata ia sudah lupa dan tidak memintanya lagi.

Perihal menunda kesenangan ini memang coba saya tanamkan dari kecil, saya ingin dia belajar (1) Bersabar, bahwa tidak semua yang dia inginkan akan saya dan ayahnya wujudkan; (2) Think again, kadang anak-anak bisa napsu juga seperti orang dewasa napsu saat menginginkan barang tertentu. Saya ingin dia memikirkan kembali keinginanya, apakah ia betul menginginkan dan membutuhkan barang tersebut atau tidak. Dan satu hal lain yang ingin saya ajarkan tapi belum sempat diterapkan adalah konsep menabung kebaikan/reward system, bahwa apabila ia menginginkan sesuatu dia harus berusaha menuju kesana.

Opsi terakhir mengenai reward masih harus saya explore lebih lanjut, karena sekilas membaca tulisan Adhitya Mulya malahan system reward ini mungkin memberikan dampak negative pada anak.

Semalam sampai di rumah saya sampaikan bahwa cara dia marah atau kecewa itu tidak baik. Bahwa menutup telpon saat marah itu tidak baik. Lantas Alika menjelaskan bahwa tadi ia sedih, karena tidak dibelikan boneka. Lalu dia bertanya, “Bunda kalau boneka baby nya diskon jadi murah, Aku boleh minta beliin ya?” Hahahahahaha

Selera Musik dan Usia

Di kantor saya yang baru ini, mayoritas teman-nya muda-muda. Bahkan bisa dibilang saya salah satu dalam golongan umur yang paling tua Hahaha. Jadi kalau pada suatu hari, temen sebelah saya bertanya “Lagu kesukaan lo apa sih? Band yang sering lo dengerin apa? Gue lagi bosen nih, gak tau mau dengerin apa.” Lantas gue bilang “Gue suka U2, Coldplay, Taylor Swift, Maroon 5!”. Dan dengan wajah yang eyuuhh gitu, dia membalas “Serius? Tua banget sih!”.

And I was like, “Nooo”. Am I? I’m not, I am forever YOUNG. So let’s take a look on the list of my favorite singer and musicians.

1. U2

image from idolator.com

U2 are an Irish rock band from Dublin. Formed in 1976, the group consists of Bono (vocals and rhythm guitar), the Edge (lead guitar, keyboards, and vocals), Adam Clayton (bass guitar), and Larry Mullen, Jr. (drums and percussion). U2's early sound was rooted in post-punk but eventually grew to incorporate influences from many genres of popular music. Throughout the group's musical pursuits, they have maintained a sound built on melodic instrumentals. Their lyrics, often embellished with spiritual imagery, focus on personal themes and sociopolitical concerns.

Jadi U2 sudah ada sebelum saya lahir, saya mulai menyukai U2 semenjak SMU dan sekarang berarti U2 sudah berumur 40 tahun dan Bono sudah berumur 56 tahun! Kalau teman sebelah saya ini lahir di tahun 90an, berarti memang wajar ya ia menilai selera saya penggemar U2 sebagai “tua”. Padahal lagu favorite saya semacam With or Without You, One, All I Want is You, Beautiful Day, dll itu memang sungguh bagus dan beberapa kali dinyanyikan oleh artis-artis lain lho.

2. Coldplay
image from hollywire.com

Coldplay are a British rock band formed in 1996 by lead vocalist Chris Martin and lead guitarist Jonny Buckland at University College London (UCL).After they formed under the name Pectoralz, Guy Berryman joined the group as a bassist and they changed their name to Starfish.Will Champion joined as a drummer, backing vocalist, and multi-instrumentalist, completing the line-up. Manager Phil Harvey is often considered an unofficial fifth member.The band renamed themselves "Coldplay" in 1998,before recording and releasing three EPs: Safety in 1998, Brothers & Sisters as a single in 1999 and The Blue Room in the same year. The Blue Room was their first release on a major label, after signing to Parlophone.

Nah kalau Coldplay ini agak mendingan dan lebih muda. Umur Coldplay “baru” 20 tahun dan lead singer Chris Martin baru berumur 39 tahun sekarang. So young with such a BIG achievement, don’t you think? 

3.  Maroon 5
image from abcnews.com

Maroon 5 is an American rock band that originated in Los Angeles, California. Before the group was formed the original four members of the 1994 band were known as Kara's Flowers while its members were still in high school and originally consisted of Adam Levine (lead vocals, lead guitar), Jesse Carmichael (rhythm guitar, backing vocals) Mickey Madden (bass guitar) and Ryan Dusick (drums). The band, which self-released an album called We Like Digging?, then signed to Reprise Records and released the album The Fourth World in 1997. After the album garnered a tepid response, the band parted ways with the record label and the members attended college.

Wah Maroon 5 lebih muda lagi daripada Coldplay, umur Maroon 5 itu baru 18 tahun bahkan kalau dihitung dari mulai Kara’s Flower berganti nama menjadi Maroon 5, itu berarti Maroon 5 baru berumur 15 tahun. Ibarat usia manusia, masih blooming teenagers. Lead singer Adam Levine sendiri baru berumur 36 tahun sekarang, he’s still young.

4. Taylor Swift
image from factmag.com

Taylor Alison Swift (born December 13, 1989) is an American singer-songwriter. Raised in Wyomissing, Pennsylvania, she moved to Nashville, Tennessee, at the age of 14 to pursue a career in country music. She signed with the independent label Big Machine Records and became the youngest songwriter ever signed by the Sony/ATV Music publishing house. The release of Swift's self-titled debut album in 2006 marked the start of her career as a country music singer. Her third single, "Our Song", made her the youngest person to single-handedly write and perform a number-one song on the Hot Country Songs chart.

Khusus untuk perempuan satu ini memang beneran masih muda, meski umur Taylor Swift sudah 27 tahun, namun umur music nya baru 10 tahun. Bahkan saat Taylor Swift konser ke Indonesia tahun 2014, penontonnya kebanyakan anak-anak SMU dan kuliahan.

Kesimpulannya dari empat musisi yang saya sebutkan, hanya U2 yang well bisa dikategorikan memang sedikit tua. Sementara tiga lainnya masih muda dengan lagu yang disukai banyak orang sampai sekarang tahun 2016 ini. Jadi, komentar teman saya yang menyiratkan bahwa selera musik mendefinisikan usia, bisa dibilang tidak memiliki dasar yang kuat. 

Maybe, U2 to them is like The Beatles to me. I knew their songs and I admire them, but I know they’re from past era when my parents are young. And no matter how good their song is, they’re just old. And I couldn’t relate to the Beatles that much. But then again, if a band didn’t survive for over a decade, their songs are probably wasn’t that good, right? ^__^


Celoteh Adysa

*Saat kakak Alika & kakak Alea sedang berargumen*
Adysa: Ayah bilaaang, Jangan beranteeeemmm...

*Saat ayah cium-cium pipi Adysa*
Gak mau sama Ayaah, jenggot ayah geliii...

*Saya pulang kantor & Adysa mau di rumah neneknya aja*
Bunda: Bye Adysa, bunda pulang ya...
Adysa: Bye Bunda...
Bunda: *sedih* Adysa, pulang yuk..
Adysa: Gak mau, Dysa mau disini aja...

Kencan di Akhir Tahun 2015



Semenjak pindah ke kantor baru, saya & Chandra sering lunch-date paling gak sebulan sekali. Biasanya saya yang datang ke Plaza Senayan, sekalian bisa window-shopping di PS kan ya… Kenapa lunch date, soalnya kami males ninggalin anak-anak melebihi jam kantor. Jadi lunch-date it is!



Akhir tahun 2015 kemarin berhasil breakfast-date dan lunch-date di hari yang bersamaan, pagi berangkat bareng lalu mampir di MonologCoffee untuk breakfast-date. Saya pesan Hot Caffe Latte dan Chandra pesan Iced Hazelnut Caffe Latte. Sayangnya saya sudah sarapan sebelumnya jadi gak pesan menu breakfast, padahal menggoda sekali pilihan menu-nya. Kopi di Monolog juga ternyata affordable, norak ya saya baru pertama kali cobain Monolog padahal ia sudah buka semenjak tahun 2011. Bener-bener late adopter hahaha



Selesai sarapan, Chandra lanjut kerja di SS, sementara saya naik Uber untuk berangkat ke kantor. Niat pake Uber supaya iriiit, eh tapi saya lupa kalau jalan menuju kantor itu 3 in 1 dan Uber gak bisa terobos 3 in 1 kaya taxi biasa. Akhirnya harus ambil joki deh! Huhuhu